Mahasiswa
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali melakukan aksi damai di depan
gerbang utama Kampus Terpadu UMY untuk menolak kenaikan harga BBM, Sabtu (21/11).
Namun, kali ini mereka menamakan diri sebagai API-BERGERAK (Aliansi Pemuda
Indonesia Bergerak). Aksi tersebut tegabung dari beberapa organisasi pergerakan
maupun organisasi non-pergerakan yang terdiri dari IMM Kota Yogyakarta, IMM
Cabang AR Fachruddin, BEM se-UMY, Organisasi pergerakan HMI, Sekber, Soping,
FMY, dan turut serta juga BEM Universitas Islam Indonesia (UII).
Aliansi
tersebut menyuarakan beberapa tuntutan kepada pemerintah. Pertama, mencabut
kebijakan menaikkan harga BBM. Kedua, menasionalisasi aset-aset dibawah kontrol
rakyat. Ketiga, mengadili mafia-mafia migas. Muhammad Fajrus Shodiq, selaku
Gubernur BEM FISIPOL UMY mengatakan bahwa aksi tersebut sebagai bentuk
menyadarkan kepada masyarakat Indonesia khususnya masyarakat yang berada di
sekitar UMY untuk bersama-sama menolak kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga
BBM. “Aksi ini sesungguhnya tidak hanya mewakili mahasiswa, namun sebagai
bentuk penyadaran kepada masyarakat agar tidak sepenuhnya percaya akan pemberitaan
di media mengenai pengalihan isu kenaikan harga BBM,” ungkapnya.
Ditambahkan
oleh Shodiq bahwa aksi tersebut juga menuntut pemerintah untuk memberikan
kejelasan mengenai pengalihan subsidi BBM, serta menuntut kepastian dan
keadilan pemerintah terhadap masyarakat. “Kami disini menuntut pemerintah untuk
melakukan transparansi pengalihan dana subsidi, yang mana sejauh ini belum ada
kejelasan dari pemerintah,” tambahnya.
Sampai
berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak kampus dengan adanya aksi
damai ini. (ADM/BRY/FRT) Foto: doc. Bryan

0 komentar:
Posting Komentar